lahan sempit - Tips Bercocok Tanam di Lahan Yang Sempit

Tips Bercocok Tanam di Lahan Yang Sempit

Kegiatan berkebun telah ada sejak zaman dahulu kala dan saat ini telah menjadi suatu hal yang cukup digemari.

Namun kadangkala karena keterbatasan dan alih fungsi lahan membuat kegiatan ini semakin susah dilakukan. Padahal seiring perkembangan zaman dan kemajuan teknologi kegiatan berkebun atau bercocok tanam pun bisa dilakukan pada lahan yang tidak luas atau sempit.

Hal ini tentu saja menjadi salah kabar gembira bagi kita yang tinggal di perkotaan atau tidak memiliki lahan luas.

Selain bisa dilakukan di lahan sempit, berkebun di rumah atau pekarangan yang ada di sekitar rumah memiliki banyak manfaat. Kegiatan ini terbukti ampuh untuk menghilangkan potensi stres.

Selain itu berkebun juga mampu memperindah rumah dan menciptakan lingkungan yang asri.

Jika dulunya menanam di sekitar rumah hanya diperuntukkan bagi tanaman hias, kini kita pun bisa menanam segala tanaman mulai dari sayuran, buah-buahan, rempah, maupun tanaman obat.

Menanam atau bercocok tanam di lahan sempit selain lebih efisien, tentunya juga cukup menguntungkan sebab tidak membutuhkan banyak modal. Jika anda gemar berbudidaya atau ingin memulai bisnis budidaya tanaman anda bisa melihat panduan lengkap budidaya di tipsbudidaya.com.

Bahkan saat ini banyak pembudidayaan tanaman produktif yang dilakukan pada lahan yang tidak terlalu luas. Berikut ini adalah beberapa tips dan trik bercocok tanam di lahan sempit.

1. Membuat Hidroponik

Metode bercocok tanam menggunakan hidroponik adalah dengan menggunakan media tanam berupa air. Cara ini memang tergolong lebih hemat dan efisien sebab tidak menggunakan media tanah.

Akan tetapi dalam membuatnya air yang digunakan pun harus diberikan unsur hara beserta nutrisi yang dibutuhkan tanaman. Bercocok tanam menggunakan hidroponik pun ada berbagai tekniknya yang bisa dilakukan pada lahan sempit.

2. Menggunakan Metode Vertikultur

Vertikultur adalah metode bercocok tanam vertikal atau pada sebuah bidang yang berbentuk vertikal.

Metode ini sangat cocok untuk menanam tanaman yang berusia relatif pendek, seperti selada, seledri, kangkung, bayam, dan jenis lainnya. Bahan yang dibutuhkan berupa wadah baik itu berupa bambu, paralon, atau botol bekas.

Kemudian wadah tersebut diberi media tanam dan bibit dan selanjutnya digantung pada dinding vertikal.

3. Bercocok Tanam Menggunakan Pot atau Polybag

Penggunaan pot dan polybag adalah cara yang paling sering dilakukan di rumah maupun pekarangan.

Metode ini memang cukup efektif dan hemat sebab bisa menyesuaikan dengan kondisi ruangan. Pot yang digunakan biasanya terbuat dari tanah liat, plastik, semen, atau kayu.

Selain menggunakan pot, kita juga bisa memanfaatkan polybag. Namun perlu juga dipertimbangkan jenis tanaman dan ketersediaan sinar matahari.

4. Memanfaatkan Rooftop

Bagi rumah berlantai dua, penggunaan rooftop terutama yang berbentuk datar sangat sayang jika hanya dijadikan sebagai jemuran.

Ruangan tingkat ini bisa dimanfaatkan sebagai lahan yang pas untuk bercocok tanam. Media yang digunakan pun dapat berupa hidroponik, polybag, pot, atau vertikultur.

Namun pastikan dulu bahwa konstruksi atap kuat. Bercocok tanam di atap juga mampu meredam sinar matahari dan mengurangi pemanasan global.

5. Memanfaatkan Tanaman Rambat

Tanaman rambat memang dapat tumbuh tanpa perlu lahan yang luas. Sebab dengan menggunakan tiang atau memanfaatkan media dinding.

Asal ada media untuk merambat tanaman rambat akan tumbuh secara subur. Selain sayuran dan tanaman hias, buah-buahan pun bahkan bisa anda tanam.

Terutama tanaman buah yang merambat seperti anggur, atau semangka. Bercocok tanam di lahan sempit tentu bukan jadi suatu kendala lagi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *