pengertian riya 1 694x510 - Pengertian Riya

Pengertian Riya

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh

Ria yang kami maksudkan bukanlah nama orang melainkan sifat tercela yang berupa ria. Kata ria sebenarnya tidak begitu asing ditelinga kita. Bahkan di film-film kita sering mendengar orang-orang mengatakan bahwa seseorang tersebut merupakan orang yang riya.

Didalam agama islam riya bukanlah sifat yang terpuji. Ria merupakan salah satu dari sekian banyak sifat tercela yang harus dihindari oleh setiap umat muslim. Ada banyak sebab seseorang bisa menjadi orang yang riya.

Biasanya orang-orang yang merasa dirinya hebat, baik hebat dalam kekuatan fisik ataupun hebat karena memiliki banyak uang sehingga ia merasa berkuasa dan dapat melakukan segala sesuatu yang ia kehendaki.

Bahkan orang yang berilmu pun kadang pula ada yang memiliki sifat riya, yaitu orang yang menjadikan ilmunya sebagai bahan untuk mencari pujian atas dirinya saja. Artinya orang tersebut tidak menjadikan ilmunya sebagai media untuk mencari ridha Allah tetapi hanya untuk menunjukan kehebatan dirinya saja. Na’udzubillahi mindzalik.

Pengertian Riya

Riya di dalam agama islam merupakan sifat tercela. Dalam pembahasan agama islam riya ialah tingkah laku manusia yang ingin selalu menunjukan supaya dirinya terlihat baik dimata manusia lainnya.

Sifat riya selalu menunjukan agar dirinya sendiri mendapat pujian atau perhatian dari orang lain sehingga dirinya menjadi pusat perhatian. Tujuan akhir dari sifat riya tersebut ialah munculnya rasa bangga diri, merasa paling hebat dan berujung menjadi sifat mudah merendahkan orang lain.

Jadi sifat riya itu suatu sifat yang menjadikan suatu amal perbuatan semata-mata bukan untuk mencari ridha Allah SWT. melainkan untuk menunjukan jati dirinya semata, sehingga orang akan mengakui kehebatannya tanpa ia sadari bahwa segala kemampuan yang ada ialah pemberian dari Allah SWT.

Contoh Sifat Riya

Sifat riya bisa kita ketahui melalui sedikit keterangan berikut ini. Bahwasanya riya tersebut terdapat beberapa macam; yang pertama ialah sifat riya yang muncul sebelum seseorang melakukan amal perbuatan, dan ia mengerjakan amal perbuatan tersebut semata-mata karena ria.

Baca Juga Contoh Perbuatan  Riya Di situs nyamankubro.com

Solusi yang paling baik ialah menunda melakukan perbuatan tersebut sambil berusaha menghilangkan perasaan riya dalam hatinya tersebut. Kemudian melanjutkan kembali dengan hati yang bersih lagi ikhlas.

Akantetpai bukan berrarti kita harus menunda beramal dengan alasan takut ria sehingga sia-sia amal ibadahnya. Bila demikian yang terjadi maka beramal-lah terus hingga hatinya ikhlas dan terhindar dari sifat riya.

Kedua ialah orang yang muncul di dalam hatinya sifat riya syirik, sifat riya syirik yaitu sifat yang bila dalam mengerjakan ibadah ia mengharap pujian dari manusia serta mendapatkan ridha dari Allah SWT.

Jadi ia beribadah bukan semata-mata untuk mencari ridha Allah saja tetapi juga orang tersebut masih mengharapkan pujian atau sanjungan dari manusia. Sehingga dalam melakukan ibadah ia sengaja memperlihatkan kepada manusia lain agar mendapat pujian.

Orang yang terjangkit kondisi demikian ini juga dianjurkan untuk menunda melakukan ibadah hingga hatinya tertata dan kemudian melanjutkan dengan ibadah yang niatnya semata-mata karena mengharap ridha Allah SWT.

Perkara dalam beramal ternyata terlihat oleh manusia lain itu sudah tidak menjadi keinginan untuk mengharapkan pujian. Maka pandai-pandailah dalam melihat kondisi diri sendiri sehingga dalam beramal dapat dengan ikhlas.

Yang ketiga ialah sifat ria yang muncul manakala seseorang sedang melakukan aktifitas ibadah. Sifat riya tersebut muncul di tengah-tengah proses ibadah sedang berlangsung. Solusi yang terbaik bila berada pada posisi ini ialah tetap melanjutkan ibadahnya hingga selesai.

Selama melakukan ibadah tersebut sembari berusaha menghilangkan perasaan riya yang muncul dalam hatinya. Biasanya sifat riya ini muncul karena beberapa sebab, misal mengingat sesuatu ketika beribadah sehingga membuyarkan niat ikhlasnya.

Namun bila dalam ibadah tersebut perasaan untuk ria tetap saja ada meskipun sudah berusaha maka tinggal pasrahkan segala kepada Allah SWT. sehingga tetap yakin bahwa amal ibadah yang dikerjakan tetap bernilai di sisi Allah SWT.

Demikianlah pembahasan yang kami sampaikan. Atas segala kekurangan yang ada kami mohon maaf yang sebesar-besarnya. Wabillahi taufiq wal hidayah wassalamualaikum warahmatullahi wabaraktuh

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *